Tampilkan postingan dengan label Ruqyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ruqyah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Juni 2016

Bagaimana Cara Setan Bisa Menggoda Manusia

Bismillah, Dalam pembahasan kali ini, kami menyampaikan sebuah perumpamaan yang disampaikan Imam Ibnul Jauzi menggambarkan bagaimana upaya setan dalam menggoda manusia?

Sesungguhnya hati manusia ibarat kerajaan. Di bagian luar terdapat tembok yang menjadi benteng. Tembok benteng ini memiliki beberapa pintu dan bagian celah yang belum diperbaiki. Di dalam benteng terdapat istana berupa akal dan hati nurani. Dan disamping benteng terdapat rumah tua yang dihuni hawa nafsu.

Para malaikat keluar masuk ke dalam benteng melalui pintu masuk. Sementara setan keluar masuk ke rumah tua tanpa ada halangan.

Pertempuran terus terjadi antara penghuni istana dengan penghuni rumah tua. Sementara setan selalu keliling mengitari benteng untuk mencari peluang lengahnya penjaga pintu benteng dan berusaha menerobos celah tembok.

Karena itu, tidak selayaknya sang penjaga lengah meskipun hanya sesaat. Dia harus mengontrol semua pintu, dan memperhatikan celah benteng. Karena musuh tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan. Seseorang pernah bertanya kepada Hasan al-Bashri, ”Apakah setan itu tidur?” jawab beliau,

لو نام لوجدنا راحة

“Kalau dia tidur, kita nanti bisa istirahat.”

Benteng ini diterangi dengan dzikir dan sinar iman. Di dalam benteng terdapat cermin kaca yang bisa menangkap bayangan setiap orang yang masuk ke dalam benteng. Karena itu, hal pertama yang dilakukan setan di rumah tua adalah memperbanyak asap was-was.Sehingga setan bisa menghitamkan tembok benteng dan mengotori cermin. Sementara akal sehat yang sejalan dengan aturan syariat, menjadi penghalang munculnya asap, dan hujan dzikir bisa membersihkan cermin.

Sang musuh sering melakukan operasi militer. Terkadang mereka melakukan operasi dan masuk ke dalam benteng. Kemudian sang penjaga datang menghalang lalu pasukan itu keluar. Terkadang dia masuk dan membuat kerusakan. Bahkan terkadang tetap tinggal di dalam, karena sang penjaga lengah.

Sementara udara dingin yang menerpa, bisa membuat asap cepat terkondensasi memadat, sehingga menghitamkan tembok benteng, dan menutupi cermin. Sehingga setan bisa masuk, namun sang penjaga tidak sadar. Terkadang setan melukai penjaga karena dia lengah, dan terkadang menangkapnya dan dijadikan tawanan atau budak. Setan selalu berusaha melakukan makar di rumah tua atas bantuan hawa nafsu.

sumber: http://radioalumm.com

Sabtu, 21 Mei 2016

Pengantar Ruqyah Syar'iyyah Tanpa Kesurupan

Abu Thoybah. Bismillah, Sebelum kami memberikan Pengantar Ruqyah Syar'iyyah Tanpa Kesurupan. kami memuji dengan segala pujian bagi Allah, kami memuji Nya, meminta pertolongan kepada Nya dan meminta ampun kepada Nya. Kami bersaksi bahwa tidak ada Yang berhak disembah selain Allah Ta’ala- dan bahwasanya Muhammad -Shalallahu alaihi wa salam adalah utusanNya.

Amma ba’du, sebagai seorang pembelajar yang menekuni dakwah thibbun nabawi, ruqyah syar’iyyah bagi kami adalah “Manhaj Dakwah dan Syifa` (jalan dakwah dan kesembuhan). Saat ini, terutama di Kalimantan Selatan ini umat sangat membutuhkan ruqyah syar’iyyah, mengingat banyaknya permintaan dan maraknya pengobatan alternative yang tidak syar’i. Media siaran lokal yang memberi perhatian kepada ruqyah syar’iyyah juga masih langka . Oleh karena itu Lembaga Kajian Thibb An Nabawi (LAKATAN) melakukan  terobosan baru antara lain; membuat program kajian dan konsultasi ruqyah syar’iyyah, menyebarkan artikel ruqyah syar’iyyah melalui Blog Abu Thoybah, dan kini secara rutin mengadakan daurah tadribiyyah untuk ruqyah syar’iyyah mengkader para raqi baru, mengadakan baksos (bakti sosial) diantaranya dengan pengobatan ruqyah syar’iyyah,

Ustadz Ariffuddin, S.Ag, M.Pd.I. adalah salah satu kader terbaik dalam hal ruqyah syar’iyyah. Tulisan-tulisannya menghiasi lembaran-lembaran majalah al-Umm, dan kader-kader raqi (mu’alij/peruqyah) muda telah banyak dibina dan dibimbingnya. Hingga tesisnya pun tentang ruqyah syar’iyyah dengan judul “Pengaruh Terapi Ruqyah Syar’iyyah terhadap Kecemasan, Stres dan Depresi” Kini, pengalaman-pengalamannya dalam dunia ruqyah, telah menerbitkan buku dalam serial ruqyah syar’iyyah. Pada seri pertama ini mengambil tema “Ruqyah Syar’iyyah tanpa Kesurupan”. Insyaallah seri kedua dengan judul “Ruqyah Syar’iyyah Mandiri”. Akan mengisi Dauroh Tadribiyyah Ruqyah Syar'iyyah Regional Kalimantan Selatan I.

Menurut kami, berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang tidak seberapa ini, menguasai ruqyah syar’iyyah itu mudah, tentu setelah memahami manhaj salaf shalih. Yaitu, hanya memerlukan 4 perkara yaitu: guru pembimbing yang mumpuni, kitab/buku ruqyah syar’iyyah yang bagus, sabar (ulet) dan ikhlash. Jika salah satu dari empat perkara ini tidak terpenuhi maka sulit menjadi peruqyah yang lurus dan tangguh yang menjadi kebutuhan masyarakat, sebab ruqyah syar’iyyah seperti yang sudah kita katakan adalah jalan dakwah dan kesembuhan. Ini kalau ingin menjadi ahli di bidang ruqyah, adapun untuk keperluan terbatas misal untuk membentengi dan mengobati diri sendiri dan keluarga maka setiap muslim bisa mempelajarinya. Nasehat kami untuk diri kami dan untuk yang belajar ruqyah syar’iyyah, jangan lupa mengamalkan dzikir dan wirid harian khususnya wirid pagi dan sore, sebab ghaflah (lalai) dari dzikir ini adalah kerugian dan petaka.

Harapan kami semoga hadirnya Dauroh Tadribiyyah Ruqyah Syar'iyyah ini bisa menjadi pelengkap bagi dunia ruqyah syar’iyyah di Banjarmasin, dan semakin membuka lebar kesempatan dakwah sunnah di tengah masyarakat Kalimantan Selatan. Aamiin.


Kamis, 12 Mei 2016

Dauroh Tadribiyyah Ruqyah Syar'iyyah Regional Kalimantan Selatan I

Abu Thoybah - Banjarmasin. Bismillah, inilah kabar yang menggembirakan bagi kaum muslimin di Kalimantan Selatan, Insya Allah Dauroh Tadribiyyah Ruqyah Syar’iyyah Regional Kalimantan Selatan I, akan diadakan selama 3 hari dimulai pada hari Jumat, Sabtu dan Ahad, Tanggal 26-28 Agustus 2016. Bertempat di Aula Gedung Masjid Hasanuddin Majedie Banjarmasin. Diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Thibb An Nabawi (LAKATAN) Banjarmasin.

Pemateri: (InsyaAllah) - Ustadz Arifuddin, M.Pd.I  - Dosen STIKES Banyuwangi, Founder Ruqyah Syar’iyyah Center Malang. Pengarang Buku Ruqyah Syar'iyyah Tanpa Kesurupan.
Host: (InsyaAllah) - Ustadz Adam Amrullah

I. Materi Dasar:
1. Kitab Wiqoyatul Insan min al-Jin wa Syaithon (Syaikh Wahid Abdussalam Bali)
2. Kitab Kaifa Tu’aliju Maridhoka (Syaikh Dr. Abdullah as-Sadhan)
3. Pentingnya Memahami Ruqyah Syar’iyyah yang Benar dan Mengenal Ruqyah Syar’iyyah yang Salah
4. Jin/ Syetan Merusak Sistem
5. Mengenal Gejala Gangguan Jin/Syetan
6. Penyebab dan Proses Kesurupan
7. Terapi Ruqyah untuk Gangguan Rumah, Kantor, atau Tempat Usaha
8. 9 Jenis Sihir (Sihir: Penyakit, Gila, Impoten, Khayalan, Mahabbah, Kelesuan, Pendarahan, Penghalang Pernikahan, Pemisah Suami-Istri) dan Terapi Praktisnya

II. Materi Pendalaman:
1. Pemetaan Jin dalam Tubuh (*)
2. Proses Kerja Jin dalam Tubuh (*)
3. Teknik Ruqyah untuk Penyakit Gangguan Jiwa: cemas/ stress/ depresi dll
4. Teknik Ruqyah untuk Indigo/Jin Turunan, Jin Psikologis, dan Penyakit ‘Ain
5. Teknik Taskhis/ Diagnosa pada Gangguan Jin/Syetan (*)
6. Teknik Ruqyah Cepat (*)
7. Teknik Ruqyah Tanpa Kesurupan (*)
8. Teknik Pengeluaran Jin dengan Taubat & Tausiyah
9. Teknik Membongkar dan Memutus Buhul/Ikatan/Media Sihir
10. Teknik Ruqyah Mandiri Tanpa Kesurupan (*)
11. Bekam untuk Pengeluaran Jin

III. Praktek

IV. Materi Spesial:
1. Hukum Meminta Ruqyah
2. Fatwa-fatwa tentang Ruqyah
3. Pentingnya Klinik Ruqyah
4. Ruqyah dan Dakwah Tauhid

(*) Materi Unggulan
Catatan: materi-materi tersebut diatas mungkin tidak disampaikan secara keseluruhan disesuaikan dengan waktu dan keadaan tertentu.

Peserta Terbatas: 200 orang

FASILITAS:
– Modul Pelatihan, Sertifikat
– Makan, Snack, dan Coffe Break selama 3 hari
– VCD MP3 dan Video Contoh Ruqyah Syar’iyyah

Kontribusi: Rp 500.000,-


Informasi Pendaftaran, Sponsor dan Donasi
Contact Person: Abu Thoybah 0812 5314 0088

Senin, 20 April 2015

Teknik Terapi Ruqyah Untuk Anak Yang Nakal Agar Menjadi Baik

AbuThoybah - Banjarmasin. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.. ikhwah fillah, Anak anak yang kurang kasih sayang Anak anak mungkin menjauhkan diri dariorangtuanya, apabila mereka merasakan diri terabai dan kegersangan belaian. Akan mudah memberontak dan melahirkan rasa tidak puas hati dan kurang rasa hormat terhadap orangtuanya.

Pemberontakan akan lebih mudah berlaku dikalangan anak anak yang mendapat kemewahan dan harta tetapi ketandusan perhatian. Mereka mungkin bersikap biadab ke atas orangtuanya. tanpa mengemukakan sebab yang jelas.


Anehnya, hubungan yang renggang antara orangtuanya. dan anak anak diterima sebagai perkara biasa dalam kehidupan sekarang walaupun mereka menyadari perkara tersebut amat berbahaya.
Anak anak yang mudah renggang hubungan dengan keluarga masing masing amat sukar untuk dibentuk akhlaknya, apat lagi apabila mereka sudah dewasa kerana pepatah ada menyebut ‘melentur buluh biar di waktu rebungnya”.

Apabila sudah berlarutan hingga dewasa, kemelut hubungan antara anak anak dan orangtuanya. amat sukar untuk dipulihkan kecuali kedua dua pihak sanggup mencari jalan penyelesaiannya. Islam memberi panduan untuk menghadapi realiti kekeluargaan ini dengan mengajurkan kepada usaha mendidik anak anak supaya menjadi baik semula.

Proses ini dirujuk pada sejarah dimana banyak pejuang pejuang Islam yang terkenal di zaman Rasulullah lahir dari kalangan keluarga orang kafir. Mereka mula mulanya memiliki sikap yang bengis, kasar dan sanggup membunuh sesiapa saja tetapi akhirnya menjadi mulia setelah beriman kepada Allah.

Mereka menerima perwatakan dan sikap yang luhur dan meninggalkan segala sikap yang cela dan menjadi contoh yang unggul dalam perwatakan hingga  diteladani oleh umat Islam. Oleh itu tidak mustahil kita boleh mendidk kembali anak anak supaya menjadi baik.Seperti kata pepatah ‘ belakang parang kalau diasah lagikan tajam” dan ibu juga ayah perlu berusaha dengan bertawakal kepada Allah.

Sebagai Orang tua perlulah banyak berdoa kepada Allah dengan bertawajuh pada waktu dinihari sambil berdoa dengan memohon pertolongan dari-Nya supaya membantu mengubah perangai anak anak.

Amalkan membaca empat ayat akhir surah al-Hasyr (ayat 21, 22, 23, 24) sewaktu anak anak sedang tidur dan niatkan bacaan itu agar lembutlah hati mereka supaya taat kepada Allah dan orang tua Setelah selesai dibaca, tiupkan betul betul di ubun ubun kepala anak anak.

Sekiranya tidak berkesan maka boleh amalkan bacaan lima ayat pertama surah Thoha. Selepas itu tiupkan bertentangan dengan hidungnya sewaktu anak sedang menarik nafas ketika tidur.
Lima ayat surah Thoha ini mempunyai sejarahnya yang tersendiri. Dalam beberapa riwayat di mana seorang manusia yang keras hati, buruk tingkah laku dan pernah bersumpah untuk membunuh Rasulullah akhirnya berubah sikap.

Didorong oleh hasrat untuk membunuh Rasulullah, beliau pergi ke rumah adiknya dan akhirnya setelah mendengar suara orang membacakan ayat ayat tersebut, beliau mendobrak masuk kerumah itu lalu dirampas tulisan ayat itu dan dibacanya sendiri.

Tiba tiba hatinya menjadi lembut dan tanpa disangka sangka, akhirnya beliau berlari pergi bertemu Rasulullah lalu melafaskan dua kalimah syahadah dan beriman kepada Allah dan rasulnya.

Manusia tersebut ialah Umar bin al-Khattab.

Ayat ayat tersebut adalah sebahagian daripada ikhtiar dan jika diizinkan Allah akan terlaksana, namun sekiranya tidak berkesan, teruskan usaha. Ikhtiar lain pula ialah dengan membawa anak anak nakal/degil berjumpa dengan orang orang yang salih agar didoakan kepada mereka dan ditiupkan ke kepala (otak), dada (hati), dan perut (citarasa) dengan doa doa mereka.

Amalan ini dilakukan sejak zaman Rasulullah di mana anak anak dibawa bertemu beliau untuk didoakan. Disini bermula satu amalan dalam Islam yang disebutkan tahneek. (Rasulullah memamah buah tamar/kurma lalu disuapkan ke mulut bayi, didoakan kebaikan bayi lalu dicukur rambut, menyembelih kambing dan bersedekah kepada fakir miskin)

Sepatutnya orangtua mesti sanggup membawa orang yang benar benar salih walaupun jarak rumahnya jauh beratus batu kerana doanya memberi kebaikan kepada bayi. Akikah juga amalan yang mulia dan ada kaitan dengan bayi hingga ulama menekankan kepada amalan tersebut agar dilaksanakan dengan sempurna.

Binatang untuk akikah mestilah dari jenis yang baik dan sehat seperti unta, lembu atau kambing.
Ikhtiar lain pula ialah dengan “menyerahkan” anak anak kepada orang yang salih agar diterima sebagai anak angkat, tanpa mengubah nasab anak itu. Kaedah ini tidak berbertentangan dengan (syari’at) dan amalan dilakukan dengan membawa bersama sama susu, sedikit gula, garam, beras, buah buahan segar seperti pisang serta ketupat pulut bersama rendang daging (bisa juga bahan makanan lainnya) Makanan ini dimakan bersama sama antara keluarga anak anak dengan ayah angkat yang salih tadi sebagai tanda kesyukuran.

Sekiranya anak yang dibawa itu sudah besar maka bolehlah ia makan bersama sambil berkenalan dengan harapan perakuan anak angkat dengan ayah angkat itu akan menempiaskan berkat daripada bapa angkat yang salih itu.

Kemudian ayah angkat yang salih itu akan meminta ibu bapa supaya menjaga anak angkatnya dengan baik serta mendidiknya dengan ilmu agama yang sempurna.

Tambahan catatan
Anak yang nakal atau keras hati atau tidak mendengar perkataan dan nasihat kedua orang tuanya pastilah akan menyusahkan hati. Walaupun begitu berdasarkan pengalaman masalah anak menjadi nakal dan sebagainya kemungkinan disebabkan prosedur pendidikan yang diterima, pengaruh kawan dan sekitarnya (lingkungan), masa transisi  masa remaja ke dewasa, kurang ilmu dan didikan agama, tidak melakukan amalan wajib seorang muslim, mengikut hawa nafsu  dan ada juga disebabkan oleh gangguan jin dan syaitan.

BAHAN RUQYAH
1. Air Mineral
2. Sedikit garam
3. Sedikit beras
4. Sedikit gula
5. Makanan kering kesukaan anak

DOA RUQYAH
1. Al-Fatihah
2. Ayat kursi
3. Al-Hasyr : 21-24
4.Al-mu’minuun 115-118
5. Thoha : 1-5
6. Ali-Imran : 103-104
7. As-Syura : 19
8. At-Taubah : 128-129
9. Al-A’raf : 43
10. Ya-Latiff : baca sebanyaknya
11. Ya-Wadud : baca sebanyaknya
12. Doa-doa / ruquah  Menghindar Syaitan

KAEDAH RUQYAHNYA Dibacakan  ayat-ayat pelembut ke dalam bahan-bahan makanan dan minuman di atas. Bahan-bahan tadi bisa dicampurkan ke dalam air minuman untuk seisi keluarga atau anak-anak, dicampurkan dalam periuk nasi ketika akan memasak nasi.  Semoga Allah akan melembutkan  hati anak-anak kita berkat usaha dan ikhtiar yang dilakukan. InsyaAllah.


Sumber: metafisis.net

Selasa, 17 Maret 2015

Upaya Menghindari Dan Mengobati Penyakit 'Ain

Abu Thoybah - Banjarmasin. Penyakit ‘Ain adalah penyakit yang disebabkan oleh pengaruh buruk pandangan mata,yaitu pandangan mata yang disertai rasa takjub atau bahkan iri dan dengki terhadap apa yang dilihatnya.
Dari Amir bin Robi’ah rodhiyallohu anhu :
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ
Rosullulloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda : “Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu haq (benar). (HR Ahmad).

Dalil-dalil tentang adanya penyakit ain

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعَيْنُ حَقٌّ وَلَوْ كَانَ شَيْءٌ سَابَقَ الْقَدَرَ سَبَقَتْهُ الْعَيْنُ وَإِذَا اسْتُغْسِلْتُمْ فَاغْسِلُوا
Dari Ibnu Abbas rodhiyallohu anhu, Nabi shollallohu alaihi wa sallam bersabda : “Ain (mata jahat) itu benar-benar adanya, jika seandainya ada sesuatu yang mendahului qodar,maka akan didahului oleh ain.Apabila kamu diminta untuk mandi maka mandilah. (hadist riwayat Muslim)
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ
Dari Aisyah rodhiyallohu anha,Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :Mintalah kalian perlindungan kepada Alloh dari ain (mata jahat) karena sesungguhnya ain itu haq (benar) (HR ibnu Majah)

‘Ain dapat terjadi meskipun tanpa kesengajaan pelakunya
Ibnu Qoyyim rohimahulloh mengatakan bahwa terkadang seseorang bisa mengarahkan ‘ain kepada dirinya sendiri. Pelakunya termasuk jenis manusia yang paling jahat. Sahabat-sahabat kami dari kalangan ahli fiqh menyatakan, :Sesungguhnya bila diketahui ada orang yang melakukan hal itu, maka penguasa kaum muslimin harus memenjarakannya, lalu dipenuhi seluruh kebutuhannya hingga akhir hayat.”

Namun terkadang pengaruh buruk ain terjadi tanpa kesengajaan dari orang yang memandang takjub terhadap sesuatu yang dilihatnya. Lebih dari itu pengaruh buruk ini juga bisa terjadi dari orang yang hatinya bersih atau orang-orang yang sholih sekalipun mereka tidak bermaksud menimpakan ain kepada apa yang dilihatnya. Hal ini pernah terjadi diantara para sahabat Nabi shollallohu alaihi wa sallam, padahal hati mereka terkenal bersih,tidak ada rasa iri atau dengki terhadap sesamanya. Akan tetapi dengan izin Alloh dan takdirnya, pengaruh buruk ain ini dapat terjadi diantara mereka.
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ أَنَّهُ قَالَرَأَى عَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ سَهْلَ بْنَ حُنَيْفٍ يَغْتَسِلُ فَقَالَ مَا رَأَيْتُ كَالْيَوْمِ وَلَا جِلْدَ مُخْبَأَةٍ فَلُبِطَ سَهْلٌ فَأُتِيَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامِرًا فَتَغَيَّظَ عَلَيْهِ وَقَالَ عَلَامَ يَقْتُلُ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ أَلَّا بَرَّكْتَ اغْتَسِلْ لَهُ فَغَسَلَ عَامِرٌ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ وَمِرْفَقَيْهِ وَرُكْبَتَيْهِ وَأَطْرَافَ رِجْلَيْهِ وَدَاخِلَةَ إِزَارِهِ فِي قَدَحٍ ثُمَّ صُبَّ عَلَيْهِ فَرَاحَ مَعَ النَّاسِ
Dari Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif, dia berkata bahwa Amir bin Robi’ah melihat Sahl bin Hunaif sedang mandi, lalu berkatalah Amir : ‘Aku tidak pernah melihat (pemandangan) seperti hari ini, dan tidak pernah kulihat kulit yang tersimpan sebagus ini” Maka terpelantinglah Sahl. Kemudian Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam mendatangi Amir. Dengan marah beliau berkata :”Atas dasar apa kalian mau membunuh saudaranya? Mengapa engkau tidak memohonkan keberkahan (kepada yang kau lihat)? Mandilah untuknya!Maka Amir mandi dengan menggunakan suatu wadah air, dia mencuci wajahnya,dua tangan,kedua siku,kedua lutut,ujung-ujung kakinya,dan bagian dalam sarungnya. Kemudian air bekas mandinya itu dituangkan kepada Sahl, lantas dia sadar dan berlalulah bersama manusia. (HR Malik dalam Al-Muwaththo 2/938, Ibnu Majah 3509, dishahihkan oleh Ibnu Hibban 1424. Sanadnya shohih,para perawinya terpercaya,lihad Zadul Ma’ad tahqiq Syu’aib al-Arnauth dan Abdul Qodir al-Arnauth 4/150 cetakan tahun 1424 H)

Jenis-jenis ‘Ain
Ibnu Qoyyim rohimahulloh mengatakan bahwa penyakit ‘ain ada dua jenis :’ain insi (‘ain berunsur manusia) dan ‘ain jinni (‘ain berunsur jin).
Diriwayatkan dengan shahih dari Ummu Salamah bahwa Nabi shollallohu alaihi wa sallam pernah melihat seorang budak wanita di rumahnya yang wajahnya terlihat kusam. Beliau berkata,”Ruqyah wanita ini, ia terkena ‘ain. (Dikeluarkan oleh Al-Bukhori dan Muslim,Al-Hakim,Abu Nu’aim dan Al-Isma’ili dalam Mustakhroj-nya serta Ath-Thobroni)
Al-Husain bin Mas’ud Al-Farro berkata :Adapun sabda beliau “sa’fatun(kusam) bermakna “Nadzrotun” (terkena ‘ain dari unsur jin).

Tanda-tanda Anak/bayi terkena ‘ain
Bayi yang baru lahir dan anak-anak sangat rentan terkena penyakit ‘ain. Apalagi kalau bayi/anak itu mempunyai kelebihan yang tidak dimiliki bayi/anak yang lain, seperti kelucuannya,rupanya yang manis ,kesehatannya, dan lain-lain yang mengundang perhatian siapa saja yang melihatnya.

Adapun diantara tanda-tanda anak yang terkena pengaruh buruk ‘ain adalah :
1.Tangisan yang tidak wajar yang tidak kunjung henti,kejang-kejang tanpa sebab yang jelas, tidak mau menyusu kepada ibunya tanpa sebab yang jelas.
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمِعَ صَوْتَ صَبِيٍّ يَبْكِي فَقَالَ مَا لِصَبِيِّكُمْ هَذَا يَبْكِي فَهَلَّا اسْتَرْقَيْتُمْ لَهُ مِنْ الْعَيْنِ
Aisyah rodhiyallohu anha berkata : “Suatu ketika Nabi masuk (rumahnya) kemudian mendengar bayi sedang menangis.Beliau berkata,”Mengapa bayi kalian menangis?Mengapa tidak kalian bacakan ruqyah-ruqyah (supaya sembuh) dari penyakit ‘ain?) (Shahihul jami’ 988 n0.5662)

2. Kondisi tubuh yang sangat kurus kering
عَنْ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِرَخَّصَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِآلِ حَزْمٍ فِي رُقْيَةِ الْحَيَّةِ وَقَالَ لِأَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ مَا لِي أَرَى أَجْسَامَ بَنِي أَخِي ضَارِعَةً تُصِيبُهُمْ الْحَاجَةُ قَالَتْ لَا وَلَكِنْ الْعَيْنُ تُسْرِعُ إِلَيْهِمْ قَالَ ارْقِيهِمْ
Dari Jabir rodhiyallohu anhu bahwa Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam memberi rukhshoh (keringanan) bagi anak-anak Ja’far memakai bacaan ruqyah dari sengatan ular. Beliau berkata kepada Asma’ binti Umais,”Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma’ menjawab : “tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘Ain.” Kata beliau,”Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka! (HR Muslim, Ahmad dan Baihaqi)

Sunnah bagi orang yang memandang takjub terhadap sesuatu :
Seperti yang telah dijelaskan di atas,bahwa penyakit ‘ain tidak hanya disebabkan oleh orang yang iri dan dengki terhadap sesuatu yang dipandangnya. Bahkan setiap mata yang memandang takjub terhadap sesuatu dengan izin Alloh juga bisa menyebabkan pengaruh buruk ‘ain walaupun orang tersebut tidak bermaksud menimpakan ‘ain. Bahkan ini terjadi pada para sahabat Nabi yang sudah terkenal akan kebersihan hati mereka. 

Adapun diantara sunnah ketika seseorang memandang takjub terhadap sesuatu adalah :
1. Medoakan keberkahan pada apa yang dilihatnya
Dari Amir bin Robi’ah rodhiyallohu anhu :
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ
Rosullulloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda : “Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu haq (benar). (HR Ahmad).

Di antara cara mendoakan keberkahan terhada apa yang dilihatnya adalah :
بَارَكَ اللَّهُ فِيهِ
‘Ya Alloh Semoga Alloh memberikan berkah padanya”
اللَّهُمَّ بَارِكْعَلَيْهِ
“Ya Alloh berkahilah atasnya”
اللَّهُمَّ بَارِكْلَهُ
“Ya Alloh berkahilah baginya”

2. Hendaklah mengucapkan :
مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
“Sungguh atas kehendak Allohlah semua ini terwujud”

Hal ini didasari firman Alloh dalam surat Al-Kahfi ayat 39. Imam Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut dengan mengatakan :”Ketika engkau masuk suatu kebun dan kau merasa takjub akan keindahannya,mengapa engkau tidak memuji Alloh atas nikmat yang telah diberikan kepadamu seperti nikmat harta dan anak keturunan yang tidak diberikan kepada selain engkau dan mengapa kamu tidak mengucapkan masya’Alloh la quwwata illa billah.

Upaya-upaya orang tua untuk mengantisipasi anak dari ‘Ain:
1. Hendaklah orang tua membiasakan diri mereka membentengi anak-anaknya dari bahaya ‘ain dengan ruqyah-ruqyah (bacaan-bacaan) yang diajarkan dalam Islam. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shollallohu alaihi wa sallam memohon perlindungan Alloh untuk Hasan dan Husain dengan doa :
أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Aku berlindung kepada Alloh untuk kalian berdua dengan kalimat-kalimat Alloh yang sempurna dari segala syaitan, binatang yang berbisa dan pandangan mata yang jahat. (HR Abu Daud)
2. Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Imam Ibnul Qoyyim dalam zadul ma’ad 4/159, hendaknya para orang tua tidak menampakkan suatu kelebihan yang menakjubkan yang dimiliki anak-anaknya yang dikhawatirkan akan mengundang rasa iri atau kedengkian orang yang melihatnya. Lalu Ibnu qoyyim menukil atsar dari Imam Baghowi bahwasanya pernah suatu ketika Utsman bin Affan rodhiyallohu anhu melihat seorang anak kecil yang sangat elok rupanya lagi menawan, kemudian Ustman berkata, “Tutupilah (jangan ditampakkan) lubang dagu (yang membuat orang takjub) pada anak itu.” Maka keadaan seperti itu sangat dikhawatirkan akan terjadinya pengaruh buruk ‘ain. Lebih-lebih kalau ada orang yang terkenal mempunyai sifat iri dan dengki.
3. Hendaklah para orang tua tidak berlebihan menceritakan kelebihan-kelebihan atau kebaikan-kebaikan anaknya yang tidak dimiliki anak-anak lain, sehingga mengundang rasa iri dan dengkii siapa saja yang mendengarnya,kemudian berusaha melihatnya,hingga Alloh menakdirkan terjadinya pengaruh buruk ‘Ain tersebut.
Upaya-upaya orang tua bila anak sudah terkena pengaruh buruk ‘Ain :
1. Jika pelakunya diketahui, maka hendaklah orang itu diperintahkan untuk mandi, kemudian orang yang terkena pengaruh mata itu mandi dengan bekas air mandi orang itu. Hal ini sebagaimana kisah sahabat nabi shollallohu alaihi wa sallam Sahl bin Hunaif rodhiyallohu anhu dalam hadits yang telah lalu,bahwa nabi shollallohu alaihi wa sallam memerintahkan Amir bin robi’ah rodhiyallohu anhu untuk mandi dan sisa air mandinya diguyurkan pada Sahl bin Hunaif rodhiyallohu anhu.
At-Tirmidzi menjelaskan :”Pelaku ‘ain diperintahkan untuk mandi dengan menggunakan air dalam baskom. Lalu meletakkan telapak tangannya di mulut dan berkumur-kumur,lalu disemburkan ke dalam baskom tersebut. Baru setelah itu membasuh wajahnya dengan air dalam baskom tersebut,lalu memasukkan tangan kirinya dan mengguyurkan air ke lutut kanannya dengan air baskom tersebut.Kemudian memasukkan tangan kanannya dan menyiramkan air baskom itu ke lutut kirinya.Baru kemudian membasuh tubuh di balik kain, namun baskom itu tidak usah diletakkan di atas tanah atau lantai.Setelah itu sisa air diguyurkan ke kepala orang yang terkena ‘ain dari arah belakang satu kali guyuran.

2. Memperbanyak membaca “Qul Huwallohu Ahad” (surat al-Ikhlas),Al-Muawwidzatain (surat al-Falaq dan an-Naas),al-Fatihah,ayat kursi,bagian penutup surat al-Baqoroh (dua ayat terakhir),dan mendoakan dengan doa-doa yang disyariatkan dalam ruqyah
3. Membaca doa :
بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ اللَّهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللَّهِ أَرْقِيكَ
“Dengan menyebut Nama Alloh,aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dan dari kejahatan setiap jiwa atau mata orang yang dengki.Mudah-mudahan Alloh subhanahu wa ta’ala menyembuhkanmu.Dengan menyebut Nama Alloh,aku mengobatimu dengan meruqyahmu.” (HR.Muslim no.2186 (40),dari Abu Said rodhiyallohu anhu)
Atau
بِاسْمِ اللَّهِ يُبْرِيكَ وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيكَ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ وَشَرِّ كُلِّ ذِي عَيْنٍ
“Dengan menyebut nama Alloh,mudah-mudahan Dia membebaskan dirimu dari segala penyakit,mudah-mudahan Dia akan menyembuhkanmu,melindungimu dari kejahatan orang dengki jika dia mendengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai mata jahat.” (HR. Muslim no. 2185 (39), dari Aisyah rhodiyallohu anha)
Ini adalah doa yang dibacakan malaikat Jibril kepada Nabi shollallohu alaihi wa sallam ketika mendapat gangguan syetan.
4. Membacakan pada air (dengan bacaan –bacaan ruqyah yang syar’i) disertai tiupan, dan kemudian meminumkan pada penderita,dan sisanya disiramkan ke tubuhnya. Hal itu pernah dilakukan Rosululloh shollallhu alaihi wa sallam kepada Tsabit bin Qois. (HR. Abu Daud no. 3885)
5. Dibacakan (bacaan) pada minyak dan kemudian minyak itu dibalurkan. (HR Ahmad III/497,lihat silsilah al-Ahaadits as-Shohihah :397). Jika bacaan itu dibacakan pada air zam-zam,maka yang demikian itu lebih sempurna jika air zam-zam itu mudah diperoleh atau kalau tidak,boleh juga dengan air hujan. 

Sabtu, 14 Maret 2015

Teknik Ruqyah Pada Penyakit Migrain

Hati-hatilah terhadap gangguan-gangguan penyakit syaraf yang Anda derita, bisa jadi pada kasus penyakit migrain yang menahun, hal itu merupakan tanda sihir yang berat.
Sakit akibat migrain bisa sangat menyiksa.
Abu Thoybah - Banjarmasin. Hati-hatilah terhadap gangguan-gangguan penyakit syaraf yang Anda derita, bisa jadi pada kasus penyakit migrain yang menahun, hal itu merupakan tanda sihir yang berat.

Migrain adalah gangguan kronis yang ditandai dengan terjadinya sakit kepala ringan hingga berat.  Migrain biasanya muncul bersama sakit kepala parah dan terjadi berulang hingga membuat seseorang tidak bisa melakukan aktifitas secara normal

Perawatan migrain adalah dengan pengobatan yang tepat seperti, suplemen nutrisi, perubahan gaya hidup, bekam / al hijamah dan ruqyah yang efektif untuk menangani migrain. Perawatan direkomendasikan untuk mereka yang mengalami sakit kepala lebih dari dua hari dalam seminggu, bahkan menahun.

Tujuannya adalah untuk mengurangi frekuensi, kesakitan, dan atau durasi migrain, atau menghilangkan sama sekali penyakit migrain dan juga untuk meningkatkan efektivitas terapi.

Teknik Ruqyah
  • Lakukan muqadimah ruqyah dan ruqyah seperti biasa.
  • Bacakanlah Al Fatihah sebanyak bilangan ganjil, 3, 5, 7, dst. setiap selesai bacaan tiupkan pada kedua telapak tangan.
  • Usapkan kedua telapak tangan ke kepala, dari dahi hingga ke belakang leher, dan putar-putarkan, tarik atau hempaskan sambil takbir.. Ulangi minimal 3 kali atau terus lakukan berulang sampai keluhan hilang.

Artikel ini memberikan informasi dasar tentang info kesehatan dan Teknik Ruqyah. Informasi dalam artikel ini boleh diboleh disebarluaskan, Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat dengan Thibbun Nabawi berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan (Thibbun Nabawi) profesional. (AbuThoybah)