Kamis, 26 Mei 2016

Bagaimana Cara Melepas 3 Tali Setan

Abu Thoybah. Bismillah, pembahasan kali ini bagaimana melepas ikatan-ikatan tali setan yang membelenggu jiwa-jiwa manusia. Mari kita simak hadis berikut:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ مَكَانَ كُلِّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ فَإِنِ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلاَّ أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ

Setan mengikat di tengkuk kepala kalian saat ia tidur dengan tiga ikatan yang pada masing-masingnya tertulis, ‘Malammu masih panjang, tidurlah yang nyenyak!’

Apabila dia bangun lalu berdzikir kepada Allah, maka satu ikatan lepas. Apabila dia berwudhu, satu ikatan lagi akan lepas.  Dan apabila dia shalat, satu ikatan lepas lagi. Sehingga di pagi hari dia dalam keadaan semangat dengan jiwa yang lapang. Namun jika dia tidak melakukan hal itu, maka di pagi hari jiwanya kotor dan dia menjadi malas.” (HR. Bukhari 1142 & Muslim 1855).

Kata as-Sindi dalam catatannya,
ولعل ذلك يكون سببا لثقل النوم يمنع الإنسان من رفع الرأس عن موضعه في حالة النوم ولذلك خص القافية لأن الثقل فيها أشد منعا للرأس من الرفع…

Mungkin ini yang menjadi sebab orang itu menjadi berat bangun ketika tidur. Seseorang sangat susah untuk mengangkat kepalanya dari bantalnya ketika tidur. Karena itulah disebutkan tengkuk, karena ini yang paling susah diangkat…

Beliau juga mengatakan,
ولعل تخصيص العقد بالثلاث لتمنع كل عقدة عن واحد من الأمور الثلاث أعني الذكر والوضوء والصلاة

Mengapa menggunakan ikatan, mungkin masing-masing ikatan untuk menghalangi 3 jenis ibadah: berdzikir ketika bangun, wudhu, dan shalat.  (Hasyiyah as-Sindi ‘ala Ibn Majah, 1/399)

Dalam hadis terdapat anjuran untuk berdzikir ketika bangun tidur. Dalam suasana sedang loading… hati dipaksa ingat Allah dan lidah dipaksa mengucapkan dzikir.
Dzikir apa yang dimaksud?

Kita simak keterangan as-Sindi,
قوله ( فذكر الله ) بأي ذكر كان لكن المأثور أفضل

Keterangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “dia berdzikir menyebut nama Allah ketika bangun.” Artinya dengan dzikir apapun, namun dzikir yang ma’tsur (yang diajarkan dalam dalil) lebih afdhal. (Hasyiyah as-Sindi ‘ala Ibn Majah, 1/399).

Diantara dzikir ma’tsur yang bisa dibaca ketika bangun tidur,

اَلْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ.

‘Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah Dia mematikan kami dan kepadanya kami dikem-balikan’. (HR. Bukhari, 6312)
Shalat apa yang dimaksud?

Ada dua pendapat ulama,

Pertama, shalat yang dimaksud adalah shalat isya’. Karena shalat isya, termasuk shalat lail. Ini adalah pendapat al-Hafidz Ibnu Hajar.  Beliau menyimpulka dari keterangan al-Bukhari ketika membawakan hadis ini,

باب عقد الشيطان على قافية الرأس إذا لم يصل بالليل

Pembahasan tentang setan akan mengikat tengkuk kepala manusia jika dia tidak shalat malam.

Kemudian, al-Hafidz mengatakan,
ويحتمل أن تكون الصلاة المنفية في الترجمة صلاة العشاء ، فيكون التقدير : إذا لم يصل العشاء ، فكأنه يرى أن الشيطان إنما يفعل ذلك بمن نام قبل صلاة العشاء ، بخلاف من صلاها ، ولا سيما في الجماعة

Mungkin maksud shalat yang ditiadakan dalam keterangan Bukhari adalah shalat isya. Sehingga maksud Bukhari bisa diasumsikan: ‘Jika dia tidak shalat isya di malam hari’. Seolah beliau berpendapat, bahwa setan mengikat 3 ikatan itu bagi orang yang tidur sebelum shalat  isya. Berbeda dengan orang yang sudah shalat isya, terlebih jika dia lakukan secara berjamaah. (Fathul Bari, 3/24).

Alasan Ibnu Hajar yang lain adalah karena dalam hadis ini isinya ancaman. Sementara ancaman hanya mungkin diberikan untuk orang yang meninggalkan kewajiban.

Al-Hafidz mengatakan,

وكأنه أشار إلى خطأ من احتج به على وجوب صلاة الليل حملا للمطلق على المقيد

Seolah Bukhari mengisyaratkan tentang kesalahan orang yang berdalil dengan hadis ini untuk menyatakan wajibnya shalat malam (tahajud) dengan memahami kalimat mutlak dalam hadis kepada makna terikat. (Fathul Bari, 3/24)

Kedua, shalat yang dimaksud adalah shalat malam

Pendapat ini didukung dengan hadis lanjutannya yang dibawakan Bukhari, dari Abdullah  radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendapat informasi ada orang yang tidur di malam hari sampai subuh. Lalu beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِى أُذُنَيْهِ – أَوْ قَالَ – فِى أُذُنِهِ

Orang itu, kedua telinganya dikencingi setan.. (HR. Bukhari 3270).

As-Sindi menjelaskan hadis di atas dalam sunan Ibnu Majah,

فظاهر كلام المصنف وغيره أنه ترك صلاة الليل وذلك إشارة إلى الرجل النائم

Dzahir hadis yang dibawakan penulis dan yang lainnya bahwa dia meninggalkan shalat malam. Diisyaratkan dengan orang yang tidur lama. (Hasyiyah as-Sindi ala Ibn Majah, 1/399).

Bagaimana jika lupa atau tidak shalat malam?
Jika kita mengambil pendapat kedua, tentu batasan shalat lail adalah sampai subuh. Sehingga jika sudah masuk waktu subuh, kesempatan untuk melepas ikatan itu bisa kita lakukan dengan dzikir dan wudhu.

Semoga Allah memudahkan kita untuk selalu istiqamah melaksanakan shalat lail. Allahu a’lam.

sumber: http://radioalumm.com

Sabtu, 21 Mei 2016

Pengantar Ruqyah Syar'iyyah Tanpa Kesurupan

Abu Thoybah. Bismillah, Sebelum kami memberikan Pengantar Ruqyah Syar'iyyah Tanpa Kesurupan. kami memuji dengan segala pujian bagi Allah, kami memuji Nya, meminta pertolongan kepada Nya dan meminta ampun kepada Nya. Kami bersaksi bahwa tidak ada Yang berhak disembah selain Allah Ta’ala- dan bahwasanya Muhammad -Shalallahu alaihi wa salam adalah utusanNya.

Amma ba’du, sebagai seorang pembelajar yang menekuni dakwah thibbun nabawi, ruqyah syar’iyyah bagi kami adalah “Manhaj Dakwah dan Syifa` (jalan dakwah dan kesembuhan). Saat ini, terutama di Kalimantan Selatan ini umat sangat membutuhkan ruqyah syar’iyyah, mengingat banyaknya permintaan dan maraknya pengobatan alternative yang tidak syar’i. Media siaran lokal yang memberi perhatian kepada ruqyah syar’iyyah juga masih langka . Oleh karena itu Lembaga Kajian Thibb An Nabawi (LAKATAN) melakukan  terobosan baru antara lain; membuat program kajian dan konsultasi ruqyah syar’iyyah, menyebarkan artikel ruqyah syar’iyyah melalui Blog Abu Thoybah, dan kini secara rutin mengadakan daurah tadribiyyah untuk ruqyah syar’iyyah mengkader para raqi baru, mengadakan baksos (bakti sosial) diantaranya dengan pengobatan ruqyah syar’iyyah,

Ustadz Ariffuddin, S.Ag, M.Pd.I. adalah salah satu kader terbaik dalam hal ruqyah syar’iyyah. Tulisan-tulisannya menghiasi lembaran-lembaran majalah al-Umm, dan kader-kader raqi (mu’alij/peruqyah) muda telah banyak dibina dan dibimbingnya. Hingga tesisnya pun tentang ruqyah syar’iyyah dengan judul “Pengaruh Terapi Ruqyah Syar’iyyah terhadap Kecemasan, Stres dan Depresi” Kini, pengalaman-pengalamannya dalam dunia ruqyah, telah menerbitkan buku dalam serial ruqyah syar’iyyah. Pada seri pertama ini mengambil tema “Ruqyah Syar’iyyah tanpa Kesurupan”. Insyaallah seri kedua dengan judul “Ruqyah Syar’iyyah Mandiri”. Akan mengisi Dauroh Tadribiyyah Ruqyah Syar'iyyah Regional Kalimantan Selatan I.

Menurut kami, berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang tidak seberapa ini, menguasai ruqyah syar’iyyah itu mudah, tentu setelah memahami manhaj salaf shalih. Yaitu, hanya memerlukan 4 perkara yaitu: guru pembimbing yang mumpuni, kitab/buku ruqyah syar’iyyah yang bagus, sabar (ulet) dan ikhlash. Jika salah satu dari empat perkara ini tidak terpenuhi maka sulit menjadi peruqyah yang lurus dan tangguh yang menjadi kebutuhan masyarakat, sebab ruqyah syar’iyyah seperti yang sudah kita katakan adalah jalan dakwah dan kesembuhan. Ini kalau ingin menjadi ahli di bidang ruqyah, adapun untuk keperluan terbatas misal untuk membentengi dan mengobati diri sendiri dan keluarga maka setiap muslim bisa mempelajarinya. Nasehat kami untuk diri kami dan untuk yang belajar ruqyah syar’iyyah, jangan lupa mengamalkan dzikir dan wirid harian khususnya wirid pagi dan sore, sebab ghaflah (lalai) dari dzikir ini adalah kerugian dan petaka.

Harapan kami semoga hadirnya Dauroh Tadribiyyah Ruqyah Syar'iyyah ini bisa menjadi pelengkap bagi dunia ruqyah syar’iyyah di Banjarmasin, dan semakin membuka lebar kesempatan dakwah sunnah di tengah masyarakat Kalimantan Selatan. Aamiin.


Kamis, 19 Mei 2016

Bagaimana Cara Menghentikan Kebiasaan Buruk Melihat Video Porno

Abu Thoybah. Bismillah pada kali ini akan kami sampaikan bagaimana cara untuk menghentikan kebiasaan buruk melihat video porno. Dengan tutorial video bahasa arab dan sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia (video bisa dilihat pada sumber aslinya, http://radioalumm.com). Semoga bisa membantu anda dan keluarga serta teman-teman kita semuanya.

Langkah-langkah berikut telah banyak membantu orang untuk menghentikan kebiasaan buruk melihat video porno.
  • Langkah 1 Yakin dirimu untuk berhenti
  • Langkah 2 Yakinlah bahwa Allah akan membantumu
  • Langkah 3 Tegur dirimu sendiri
  • Langkah 4 Berhenti sekarang juga
  • Langkah 5 Bersihkan rumahmu
  • Langkah 6 Perbaiki perilaku seksualmu
  • Langkah 7 Pahamilah dirimu sendiri
  • Langkah 8 Harus tahu menghadapi keinginan
  • Langkah 9 Jangan tunduk pada bisikan
  • Langkah 10 Beri hadiah dan semangai diri

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ (٥٣) وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لا تُنْصَرُونَ (٥٤) وَاتَّبِعُوا أَحْسَنَ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكُمْ مِنْ رَبِّكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ بَغْتَةً وَأَنْتُمْ لا تَشْعُرُونَ (٥٥) أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَا عَلَى مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِ وَإِنْ كُنْتُ لَمِنَ السَّاخِرِينَ (٥٦)

“Katakanlah: ‘Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan Kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi). Dan ikutilah Sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu dengan tiba-tiba, sedang kamu tidak menyadarinya, supaya jangan ada orang yang mengatakan: “Amat besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, sedang aku Sesungguhnya Termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah).” (QS. Az-Zumar : 53-56)

sumber: http://radioalumm.com


Senin, 16 Mei 2016

Inilah Ayat-Ayat al-Qur'an Tentang Tazkiyatun Nufus

Abu Thoybah - Bismillahirrahmanirrahim, Wahai jiwa yang tenang, Allah Ta'ala Telah mengilhamkan dan menerangkan Jalan Kebaikan dan Keburukan. Renungkan lah wahai jiwa yang tenang, inilah Ayat-Ayat al-Qur'an Tentang Tazkiyatun Nufus (Pembersihan Jiwa). Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwanya dari dosa-dosa, membersihkannya dari kotoran-kotoran dan melembutkannya dengan ketaatan kepada Allah serta meninggikannya dengan ilmu yang bermanfaat dan amal saleh.

Allah berfirman,  "Dan demi jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya, Sungguh beruntunglah orang yang menyucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (QS: asy Syams: 7 - 10).

"Sesungguhnya beruntunglah orang yang membersihkan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia mengerjakan shalat.“ (QS: al A'laa: 14-15).

Tazkiyaun nufus merupakan salah satu tugas pokok para nabi. Karena itu, ketika Musa mendakwahi Fir'aun, ia berkata kepadanya, : “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan). Dan kamu akan kupimpin ke jalan Rabbmu, agar supaya kamu takut kepadaNya?”(QS: an Naazi'aat: 18 -19).

Tazkiyaun nufus menjadi syarat untuk meraih derajat yang tinggi dan kenikmatan abadi. Allah berfirman, “Dan barangsiapa datang kepada Rabbnya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal shalih, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh ternpat-tempat yang tinggi (mulia). (yaitu) surga 'Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan).“ (QS. Thaha: 75 - 76).

Maksudnya, bahwa balasan bagi orang yang mensucikan dirinya dari kotoran, kekejian dan syirik, dan ia hanya menyembah kepada Allah semata, dan mengikuti semua ajaran yang dibawa oleh para rasul, dalam masalah kabar berita (aqidah) maupun dalam hal perintah dan larangan (syari'at).

Merealisasikan tauhid merupakan Jalan terbesar dan terpenting untuk tazkiyatun nufus. Allah berfirman, : “Katakanlah: "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti karnu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Rabb kamu adalah Rabb Yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepadaNya, dan rnohonlah ampun kepadaNya. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan(Nya), (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya (kehidupan) akhirat.” (QS. Fushshilat: 6 - 7).

Kebanyakan mufassir (para ahli tafsir) dari kalangan salaf maupun orang-orang sesudahnya mengatakan bahwa yang dimaksud dengan kata zakat dalam ayat di atas ialah tauhid: syahadat "La Ilaaha Illallah" dan Iman; yang dengannya, hati menjadi bersih. Karena tauhid itu menolak adanya Tuhan dan sesembahan selain Allah dari hati. Yang demikan itu merupakan pangkal kesuciannya. Adapun penetapan uluhiyyah Allah dalam hati, ialah pangkal hidup dan berkembangnya hati.

Allah dalam ayat di atas menyebut tauhid dengan istilah zakat sehagaimana Allah menyebut syirik dengan najis. Allah berfirman, : “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, Maka janganlah mereka rnendekati Masjidil Haram sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui Iagi Maha Bijaksana.” (QS.at Taubah:28).


Hadits-Hadits Tentang Tazkiyatun Nufus
Tazkiyaun nufus merupakan salah satu hajat utama yang diminta Rasulullah. Dalam do'anya, Rasululah mengatakan: : “Ya Allah berikanlah ketaqwaan kepada diriku ini dan sucikanlah ia, Engkau adalah sebaikbaik Dzat yang mensucikannya, Engkau adalah Penolong dan Tuannya.” (HR Muslim. 2722).

"Beritahukanlah kepadaku. seandainya ada sungai di depan pintu salah seorang kamu. lalu ia mandi di dalamnya setiap hari lima kali, apa pendapatmu, apakah ia masih menyisakan kotoran padanya?" Mereka menjawab, "Dia tentu tidak menyisakan sedikitpun dari kotorannya.' Beliau bersabda, "Demikian itulah perumpamaan shalat lima waktu. Dengannya Allah menghapus dosa-dosa."

“Sesungguhnya sedekah itu adalah kotoran-kotoran mnnusia yang mereka sucikan dari diri mereka,”

At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Ad-Darda' Radhiyallahu Anhu bahwa Nabi Sallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, Di dalam Sunan at-Tirmidzi disebutkan dari Jabir Radhiyallahu Anhu dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam, : "Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian, paling dekat dengan majelisnya kepadaku pada hari kiamat adalah yang paling baik akhlaknya. Dan saesungguhnya orang yang paling aku benci di antara kalian dan paling jauh majelisnya dariku pada hari kiamat adalah orang yang banyak berceloteh, lebar mulut dan al-mutafaihiquun. " Mereka berkata, "Kami telah mengetahui orang yang banyak berceloteh dan lebar mulut, lalu apa yang dimaksud dengan al-mutafaihiquun?" Beliau menjawab, "Orang-orang yang sombong".


Kamis, 12 Mei 2016

Dauroh Tadribiyyah Ruqyah Syar'iyyah Regional Kalimantan Selatan I

Abu Thoybah - Banjarmasin. Bismillah, inilah kabar yang menggembirakan bagi kaum muslimin di Kalimantan Selatan, Insya Allah Dauroh Tadribiyyah Ruqyah Syar’iyyah Regional Kalimantan Selatan I, akan diadakan selama 3 hari dimulai pada hari Jumat, Sabtu dan Ahad, Tanggal 26-28 Agustus 2016. Bertempat di Aula Gedung Masjid Hasanuddin Majedie Banjarmasin. Diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Thibb An Nabawi (LAKATAN) Banjarmasin.

Pemateri: (InsyaAllah) - Ustadz Arifuddin, M.Pd.I  - Dosen STIKES Banyuwangi, Founder Ruqyah Syar’iyyah Center Malang. Pengarang Buku Ruqyah Syar'iyyah Tanpa Kesurupan.
Host: (InsyaAllah) - Ustadz Adam Amrullah

I. Materi Dasar:
1. Kitab Wiqoyatul Insan min al-Jin wa Syaithon (Syaikh Wahid Abdussalam Bali)
2. Kitab Kaifa Tu’aliju Maridhoka (Syaikh Dr. Abdullah as-Sadhan)
3. Pentingnya Memahami Ruqyah Syar’iyyah yang Benar dan Mengenal Ruqyah Syar’iyyah yang Salah
4. Jin/ Syetan Merusak Sistem
5. Mengenal Gejala Gangguan Jin/Syetan
6. Penyebab dan Proses Kesurupan
7. Terapi Ruqyah untuk Gangguan Rumah, Kantor, atau Tempat Usaha
8. 9 Jenis Sihir (Sihir: Penyakit, Gila, Impoten, Khayalan, Mahabbah, Kelesuan, Pendarahan, Penghalang Pernikahan, Pemisah Suami-Istri) dan Terapi Praktisnya

II. Materi Pendalaman:
1. Pemetaan Jin dalam Tubuh (*)
2. Proses Kerja Jin dalam Tubuh (*)
3. Teknik Ruqyah untuk Penyakit Gangguan Jiwa: cemas/ stress/ depresi dll
4. Teknik Ruqyah untuk Indigo/Jin Turunan, Jin Psikologis, dan Penyakit ‘Ain
5. Teknik Taskhis/ Diagnosa pada Gangguan Jin/Syetan (*)
6. Teknik Ruqyah Cepat (*)
7. Teknik Ruqyah Tanpa Kesurupan (*)
8. Teknik Pengeluaran Jin dengan Taubat & Tausiyah
9. Teknik Membongkar dan Memutus Buhul/Ikatan/Media Sihir
10. Teknik Ruqyah Mandiri Tanpa Kesurupan (*)
11. Bekam untuk Pengeluaran Jin

III. Praktek

IV. Materi Spesial:
1. Hukum Meminta Ruqyah
2. Fatwa-fatwa tentang Ruqyah
3. Pentingnya Klinik Ruqyah
4. Ruqyah dan Dakwah Tauhid

(*) Materi Unggulan
Catatan: materi-materi tersebut diatas mungkin tidak disampaikan secara keseluruhan disesuaikan dengan waktu dan keadaan tertentu.

Peserta Terbatas: 200 orang

FASILITAS:
– Modul Pelatihan, Sertifikat
– Makan, Snack, dan Coffe Break selama 3 hari
– VCD MP3 dan Video Contoh Ruqyah Syar’iyyah

Kontribusi: Rp 500.000,-


Informasi Pendaftaran, Sponsor dan Donasi
Contact Person: Abu Thoybah 0812 5314 0088

Senin, 09 Mei 2016

Inilah Sarana Sarana Tazkiyah Yang Sesuai Dengan Syariah

Abu Thoybah - Bismillahirrahmanirrahim, wahai saudaraku ketahuilah bahwasanya Tazkiyatun Nufus tidak bisa terwujud kecuali dengan amaliah-amaliah yang sesuai dengan dengan mengikuti syariat Rasūlullâh Shallâllôhu ‘alaihi wa Sallam. Beliau seorang Uswah dian Qudwah yang utama, dan beliau adalah Thabîb Al-Qalb (dokter hati) yang telah mendapat lisensi dari Allah Subhanâhu wa Ta’âlâ.

Wahai sadaraku janganlah kita melakukan terapi jiwa dengan kesombongan akal dan kecerdasan otak sendiri, sebagaimana yang di diumpamakan oleh Ibnul Qoyyim. "Bagaikan seorang yang mengobati penyakitnya sendiri dengan sia-sia, sementara ia meninggalkan dokter spesialis, maka keselamatan dan kesempurnaan dalam Tazkiyah tak akan diraih kecuali dengan mencontoh dan menjalani terapi Rasūlullâh Shallâllôhu ‘alaihi wa Sallam. (Lihat : Madârijus Sâlikin juz 2 hal 315)

Alhmadulillah dibawah ini beberapa Amaliah atau sarana Tazkiyah seperti yang diajarkan Rasūlullâh Shallâllôhu ‘alaihi wa Sallam.

Mulailah dengan pembersihan Aqîdah dan penyempurnaan Tauhid
Aqîdah dan Tauhid adalah azaz kehidupan seorang mu’min dan ia adalah penentu utama ketenangan, ketentraman dan kedamaian jiwa seseorang. Allah Ta’âlâ berfirman : “Tidak demikian bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedangkan ia berbuat kebajikan maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih “. (QS.al-Baqoroh 112).
 
Sementara kemusyrikan dan penyimpangan dari syariat Allôh akan menimbulkan kecelakaan dan ketidaktentraman. Allôh Ta’âlâ berfirman : “Kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukann-Nya, yaitu orang-orang yang tidak menunaikan zakat dan mereka kafir akan adanya kehidupan akhirat”. (QS.al Fushshilât : 6-7). Kata-kata “Az-Zakât” pada ayat tersebut menurut imâm Al-Qurthubî adalah Tauhîd Lâ Ilâha Illallôhu” (Tafsir Al-Qurthubî Juz 19 hal 199)

Lakukanlah ibadah yang sempurna kepada Allah Subhanâhu wa Ta’âlâ
#1. Shalat
Dari Abu Hurairah Radhiyallôhu ‘anhu. Beliau mendengar Rasūlullâh Shallâllôhu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Bagaimana menurutmu kalau ada sebuah sungai di depan rumah salah seorang kamu dan ia mandi disungai tersebut lima kali setiap hari, apakah ia masih mempunyai kotoran?“ Sahabat berkata, “Tidak ada lagi kotoran sedikitpun”. Rasūlullâh Shallâllôhu ‘alaihi wa Sallam bersabda, ”Demikianlah perumpamaan shalat lima waktu yang mana dengannya Allah membersihkan kesalahan”.

Ibnul Arabiy rahimahullahu berkata : ”Adapun letak kemiripan dari tamsil Rasūlullâh diatas adalah; karena daki dan kotoran tidak akan ada kalau dibasuh dengan air dalam jumlah besar (sungai) apalagi jika dilakukan berulang kali, demikian juga dosa dan kesalahan pasti akan hilang kalau ia selalu dibersihkan dengan sholat. Sholat yang khusyū’ bukan saja menyucikan jiwa, bahkan akan membahagiakannya dan mengantarkannya menuju keberhasilan. Allah Subhanâhu wa Ta’âlâ berfirman, Artinya : “Sungguh beruntung orang-orang mu’min, orang –orang yang khusu’ dalam sholatnya”.(QS.al-Mu’minūn : 1-2).

#2. Infâq, Shodaqoh atau Zakât
Memberikan sebagian harta yang dimiliki apalagi yang dicintai merupakan perbuatan yang berat kecuali bagi orang-orang yang telah ditazkiyah hatinya oleh Allah Subhanâhu wa Ta’âlâ. Karena itulah diantara hikmah diperintahkannya zakat itu adalah untuk membersihkan jiwa dari kedengkian dan kekikiran. Allôh Subhanâhu wa Ta’âlâ berfirman; Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, karena dengan zakat itu kamu membersihkannya (dari kekikiran) dan mensucikan mereka (dengan kebaikan) dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kami itu menjadi ketentraman jiwa bagi mereka, dan Allôh maha mendengar lagi maha mengetahui”. (QS.at Taubah 103).
 
#3. Doa dan Dzikir
Dzikrullâh merupakan terapi yang sangat efektif dalam mengobati dan menentramkan jiwa. Apalagi kalau itu dilakukan dengan penuh taqarrub dan khosiyah (tunduk dan takut/harap). Orang yang tidak mau berdzikir dan enggan berdoa menandakan pada jiwanya ada penyakit-penyakit kesombongan. Itu sebabnya Rasūlullâh Shallâllôhu ‘alaihi wa Sallam menganjurkan kita untuk berdoa dalam setiap waktu dan aktivitas.

Allah berfirman; Artinya: ”Orang-orang beriman hatinya akan tenang dengan dzikrullah, dan ingatlah hanya dengan dzikrullahlah hatimu akan tenang”. (QS.ar Ra’du: 28) Dan dzikrullah yang paling utama adalah tilawah (membaca ayat-ayat Allah) karena Allah menurunkan Al-Qur`ân diantara fungsinya adalah sebagai As Syifa’ (penawar) dan rahmat bagi orang-orang mu’min (baca QS.al-Isrâ` : 82).

#4. Meminimalisir dosa dan kemaksiatan
Dosa dan kemaksiatan diibaratkan oleh Rasūlullâh Shallâllôhu ‘alaihi wa Sallam laksana noda-noda hitam yang akan memudarkan qolbu seorang mu’min yang jernih. Kalau tidak segera ditazkiyah dengan taubat kepada Allah ia akan memekatkan dan menutup mati mata hati itu sendiri sehingga ia akan keras bagaikan batu bahkan bisa lebih keras dari itu (Lihat QS.al-Baqoroh 74). Dan tidak tertutup kemungkinan kemuliaannya sebagai seorang muslim akan hilang dan jatuh sampai kepada peringkat binatang (baca QS.al-A’râf 179).

Dari taklim singkat diatas kita bisa menyimpulkan bahwa, Tazkiyatun Nufūs merupakan kewajiban setiap mu’min untuk mencapai kebaikan dan kesempurnaan jiwanya. Proses dalam Tazkiyah haruslah sesuai dengan syariah agar tidak seperti “Orang kehausan minum air laut “.

Keberhasilan dan kesuksesan hidup baik di dunia maupun di Akherat tidak akan bisa diwujudkan kecuali dengan jiwa-jiwa yang telah di Tazkiyah (baca QS. Thoha 75-76)

Penutup dan Tausiyah
Wahai saudaraku awalilah  proses Tazkiyah dengan muhâsabah (introspeksi diri), kemudian murôqobah (merasa diawasi) yang ketat. Bila perlu lakukan mu’âqobah (memberi sanksi pada diri) kalau ternyata ada di dalam diri yang berusaha mengurangi apalagi menghapuskan semangat mujâhadah dalam bertazkiyah.
  • Awasi musuh-musuh eksternal (syaithân/thoghut) dan internal ( hawa nafsu).
  • Jauhi sifat membual, pesimis, apatis, malas, riya’, sombong dan rendah diri.
Semoga bermanfaat tulisan yang ringkas ini. Kita tutup dengan doa kepada Allah : “Ya Allah anugerahkanlah ketakwaan pada jiwaku dan sucikanlah ia, karena Engkaulah sebaik-baik Dzat yang mensucikan dan Engkaulah pemiliknya dan penguasanya.”

Editor: Abu Thoybah | Referensi  : http://abusalma.wordpress.com/2007/12/26/tazkiyatun-nufus/

Jumat, 29 April 2016

Jadilah Donatur PKU AZZAITUN Yang Pertama

Alhamdulillah, setelah 8 bulan, sejak 5 September 2015, PKU AZZAITUN - Islamic Medical Center Kalimantan Selatan berjalan memberikan pelayanan Pengobatan dengan metode Thibbun Nabawi, kami merasakan perkembangan hasilnya bagus.

Maka dengan karunia Allah Azza wa Jalla, PKU AZZAITUN - Islamic Medical Center Kalimantan Selatan terus melakukan peningkatan dalam memberikan pelayanan terapi Thibbun Nabawi secara luas kepada umat dan secara khusus pelayanan GRATIS kepada kaum Dhuafa.

Oleh karena itu demi lancarnya program dakwah Thibbun Nabawi, kami mengajak, dan menghimbau kepada seluruh kaum muslimin dimana saja, khususnya di wilayah Kalimantan Selatan untuk turut berpartispasi dengan kelebihan hartanya, baik dengan menjadi donatur tetap maupun insidental.

Bagi yang mau menjadi Donatur Pertama dan seterusnya maka dipersilakan menghubungi Saudara Abu Thoybah, Founder PKU AZZAITUN  - Islamic Medical Center Kalimantan Selatan (081253140088).  Mari kita berlomba dalam berkudwah bergabung bersama PKU AZZAITUN - Islamic Medical Center Kalimantan Selatan dalam menyemarakan dakwah Thibbun Nabawi

Mudah-mudahan segala sedekah dan infaq kaum muslimin semua dibalas dengan sebaik-baiknya oleh Allah Azza wa Jalla pada hari yang tidak bermanfaat lagi harta. Aamiin.

Insya Allah, berapapun dana yang anda sedekah kan/infak kan dalam Program Kemanusiaan  PKU AZZAITUN, akan menjadi amal jariah yang pahalanya akan terus mengalir sebagai bekal dalam menapaki perjalanan hidup selanjutnya.

Hubungi Kontak Person : Abu Thoybah: 081253140088

Rekening Zakat, Infaq, Sedekah, Wakaf dan Kemanusiaan
Rekening BRI SYARIAH :1030074854
a.n Yossi Bramanti

Kepada semua muhsinin (donatur) - muwakif kami ucapkan : Jazakumullah khairan katsiran wa barakallahu fi malikum wa ahlikum.  Wa a'marikum.